Kajen, CyberNews. Jelang puasa, Padepokan Al Nawadir di Jalan Dewaruci Perumahan Kedungwuni Timur Desa Kwayangan Kedungwuni asuhan Ahmad Ramdhon, Minggu (8/8), menggelar donor darah. Kegiatan diikuti 40 jamaah padepokan tersebut.
Pengasuh Padepokan Al Nawadir, Ahmad Ramdhon mengatakan, kegiatan harfiahnya donor darah, namun spiritualnya adalah membersihkan sifat-sifat tercela yang ada dalam diri jamaah Al Nawadir. "Ini diharapkan dapat membersihkan diri jamaah, menjelang puasa, sehingga memasuki bulan Puasa, jamaah lebih meningkatkan ketaatan dan ketaqwaan terhadap Sang Pencipta," tutur Ramdhon. Kegiatan juga diharapkan bisa membantu menambah persediaan darah PMI selama bulan Puasa dan dapat dimanfaatkan oleh yang membutuhkan.
Ramdhon mengatakan, selama bulan Puasa nanti, padepokan tidak banyak mengadakan kegiatan. Padepokan hanya akan menyelenggarakan acara peringatan Nuzulul Qur'an yang akan digelar di padepokan cabang baru di Dukuh Secumpleng, Desa Wiradesa, Kecamatan Wiradesa. Di padepokan tersebut, kata dia, terdapat sekitar 30 jamaah yang mengikuti pengajian rutin. Secara keseluruhan, jumlah jamaah di bawah asuhannya ada sekitar 80 orang.
Berdiri Tahun 1990an Dijelaskan, padepokan sudah berdiri pada tahun 1990an, kali pertama bertempat di Bojong dan baru pindah di Kedungwuni tahun 2000. Padepokan diresmikan oleh Habib Bakir bin Ali bin Ahmad Al Atoz pada tahun 2000. Aktivitas padepokan meliputi pengajian yang membedah kitab-kitab "Asror".
"Kami memilih menggunakan istilah padepokan agar lebih Njawani. Di dalamnya kami mengkaji kitab-kitab "Asror" yang bermakna rahasia," ungkap Ramdhon. Padepokan didirikan dengan tujuan hangayuh kasampurnaning urip atau mencapai kesempurnaan hidup. Ramadhon mengaku merupakan keturunan ke tujuh dari ulama Syeh Abdul Karim Tholabudin.
Terkait dengan ibadah puasa, menurut Ramdhon, ada tiga tingkatan orang berpuasa. Yang pertama yakni puasanya orang awam, yakni mencegah dari makan, minum, dan berhubungan badan. Tingkat ke dua yakni puasanya orang khusus, yakni menjaga pendengaran, pengelihatan, tangan, kaki dan semua anggota badan dari maksiat. Sedangkan puasa tingkatan ke tiga, puasanya orang khususnya khusus, yakni puasanya hati dan puasa dari fikiran keduniawian.
Dikatakan, aktivitas padepokan selama ini pengajian rutin, setiap malam Jumat. "Kalau di padepokan di Wiradesa, pengajian diselenggarakan tiga kali, malam Senin, malam Rabu, dan malam Jumat," ujar dia. Padepokan tidak menyelenggarakan kegiatan bela diri sebagaimana padepokan pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar