Mazkha-Langit biru bisa diartikan sebagai sebuah nama bahkan bisa sebagai sebuah wadah atau tempat untuk menaungi makna atau arti tertentu guna membahas berbagai hal entah sastra, seni, musik, hiburan, sosial, budaya, pendidikan, agama, kelucuan, keunikan bahkan kehidupan.
Kamis, 09 Desember 2010
Pementasan Drama Kolosal Akhir Tahun oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pekalongan
Kemarin tepatnya pada hari sabtu dan minggu, tanggal 4 dan 5 Desember 2010. Mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pekalongan mengadakan sebuah acara yang termasuk dalam acara sastra yang bertajuk "Pementasan Drama Kolosal Akhir Tahun" bertempat di Universitas Pekalongan. Acara ini diadakan sebagai tugas dari mata kuliah Kajian Drama Indonesia yang diampu oleh dosen Siti Fatimah, S.S, M.Pd namun selain itu acara ini diadakan sebagai bentuk apresiasi mahasisiwa terhadap dunia sastra khususnya drama ataupun teater. Dalam acara tersebut banyak dari masyarakat yang mendukung dan berapresiasi dengan menonton langsung pementasan drama kolosal tersebut bahkan tak tanggung-tanggung dari seniman pekalongan pun menyempatkan diri untuk melihat dan menyaksikan pementasan drama yang diadakan oleh mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini, seperti dari Komunitas Teater Arda serta Dewan Kesenian Pekalongan. Pementasan ini pun tidak hanya mementaskan satu drama saja, melainkan enam drama yang dibawakan oleh tiap-tiap kelompok, artinya satu kelas mempunyai dua kelompok yang terdiri dari kelompok realis dan kelompok surealis. Pada hari sabtu pementasan diawali dengan pementasan drama yang berjudul "Nisan yang menyesatkan" dengan sutradara Noviani kukuh, kemudian yang kedua pentas drama dengan judul "Mie instan yang lebih peduli" sutradara Rofiudin dan "Api cinta" sutradara Karnadi. Untuk hari minggunya diawali dengan drama yang berjudul "Jerami putih" sutradara Harris, kemudian pentas drama yang kedua berjudul "Sinting" sutradara Panji Mayza Perdana" dan penutup pentas drama kolosal ini diakhiri oleh pementasan daram dengan judul "Jeda" dengan sutradara Harer Maskha.
Langganan:
Postingan (Atom)